1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Telaten, Gus Irsyad ajari nenek ini baca huruf

"Dan ini menunjukkan bahwa komitmen dan usaha keras kami dalam mengentas buta aksara sudah terlaksana dengan baik,”

Gus Irsyad saat mengajari membaca salah satu warga lansia. ©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Sabtu, 13 Januari 2018 20:53

Merdeka.com, Pasuruan - Jiwa kepemimpinan Gus Irsyad Yusuf dalam memimpin Kabupaten Pasuruan perlu diacungi jempol. Pasalnya, selain dikenal dekat dan suka berbaur dengan masyarakat, Gus Irsyad ternyata juga telaten ketika mengajari orang-orang yang sudah lanjut usia (Lansia) agar bisa membaca tulisan huruf latin.

Seperti terlihat dalam acara Pembinaan Pendidikan Masyarakat, yang berlangsung di GOR Sasana Krida Anoraga, Raci Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (13/01). Gus Irsyad yang saat itu memakai baju koko dan sarung warna putih berpadu warna krem tersebut, tampak begitu telaten mengajari satu persatu dari perwakilan nenek-nenek untuk maju ke dapan panggung agar bisa membaca.

“Saya minta ibu-ibu dan bapak-bapak ini untuk menulis namanya masing-masing. Boleh nama panggilan atau nama lengkap juga boleh silakan, ” kata Gus Irsyad melalui pengeras suara saat meminta enam orang lansia untuk maju ke panggung.

Keenam lansia yang maju itu merupakan perwakilan dari peserta atau warga belajar dalam program pengentasan buta aksara yang selama ini berjalan di 24 Kecamatan, di Kabupaten Pasuruan.

“Untuk secara keseluruhan, para warga belajar dikaitkan dengan program pendidikan yang selama ini ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Dan ini menunjukkan bahwa komitmen dan usaha keras kami dalam mengentas buta aksara sudah terlaksana dengan baik,” terangnya.

Gus Irsyad saat menyalami salah satu peserta lansia
© 2018 pasuruan.merdeka.com/Gus Oci

Menurutnya, tidak mudah untuk menjaga konsistensi warga belajar, karena selepas mengikuti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Para peserta yang baru lulus dari PKBM itu harus melatih kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) di rumahnya dan bisa dipraktekkan sehari-hari.

“Kepada para tutor, pembimbing dan Dinas Pendidikan, saya ucapkan terima kasih. Karena tahun ini kita pastikan bahwa Kabupaten Pasuruan bebas buta aksara,” ucap bupati yang kini mencalonkan kembali sebagai Bupati Pasuruan tersebut.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadispendik) Kabupaten Pasuruan, Iswahyudi. Ia mengaku sangat bangga dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mensukseskan program ini.

“Alhamdulillah, sebanyak 37.000 warga belajar sudah bisa calistung melalui kegiatan PKBM ini. Dengan sasaran sebanyak 300 kelompok, tentunya kegiatan ini telah menyerap anggaran sebesar Rp 12,96 miliar,” pungkasnya. (oci)

(NS)
  1. Peristiwa
  2. Pendidikan
KOMENTAR ANDA