1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Produksi garam di Kabupaten Pasuruan terus digenjot

"Jadi mumpung harga garam lagi bagus-bagusnya karena memang lagi langka,"

Pekerja sedang mengangkut garam ke atas truk.. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Kamis, 10 Agustus 2017 22:47

Merdeka.com, Pasuruan - Kendati di daerah lain saat ini sedang mengalami kelangkaan garam, namun tidak dengan di wilayah Kabupaten Pasuruan yang sampai saat ini kondisinya masih normal dan tercukupi. Bahkan untuk bisa mencapai target, produksi garam di Kabupaten Pasuruan terus dikebut.

"Untuk target produksi garam tahun ini dipatok sebesar 18.325 ton, sedangkan jumlah yang sudah dipanen masih 2% dari target tersebut, sehingga butuh banyak waktu," ujar Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan Slamet Nur Handoyo, Kamis (10/8).

Dijelaskan, total luasan lahan di wilayah Kabupaten Pasuruan yang bisa digunakan untuk memproduksi garam yaitu mencapai 243,2 hektar, dengan rincian seluas 150,7 hektar ada di Desa Raci, Kecamatan Bangil, 85 hektar di Kecamatan Kraton, dan 7,5 hektar di Kecamatan Lekok, kabupaten setempat.

Dikatakan Slamet, dari luasan lahan tersebut, sebanyak 25% cakupan lahan sudah dipanen, dan sisanya akan dikebut sampai mencapai target. “Kami berharap agar iklim tetap seperti ini sampai musim hujan tiba. Tapi kalau dilihat seperti tahun lalu, produksi garam hanya sebesar 806,120 ton dari target 15.120 ton selama setahun," ucapnya.

Dia juga menambahkan, selain tradisional, para petani garam di Kabupaten Pasuruan juga sudah menggunakan geo isolator untuk mendapatkan garam berkwalitas pertama (KWI), serta dua unit rumah prisma yang dibangun di Desa Raci dan Kraton.

"Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk menjadi petani garam, lantaran harga garam yang juga drastis naik dari Rp 500/kgnya menjadi Rp 3300-Rp 3500/kg. Jadi mumpung harga garam lagi bagus-bagusnya karena memang lagi langka, saya ajak masyarakat untuk menjadi petani garam, karena harganya naik enam kali lipat dari harga sebelumnya,” pungkasnya. (abu)

(NS)
  1. Pertanian
KOMENTAR ANDA