1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Istri Bupati Irsyad kunjungi keluarga nelayan yang meninggal di laut

“Saya ikut merasakan apa yang dirasakan istri dan keluarga almarhum Sholehuddin."

Lulis Irsyad Yusuf ketika berada di kediaman M Sholehuddin.. ©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 17 November 2017 21:33

Merdeka.com, Pasuruan - Sebagai bentuk kepedulian serta turut berbelasungkawa, Istri Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, Lulis Irsyad Yusuf mengunjungi keluarga almarhum M Sholehuddin (22), nelayan asal Dusun Ujunggunung, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan yang ditemukan tak bernyawa di perairan Sidoarjo, Kamis (16/11).

Istri bupati yang juga ketua penggerak PKK Kabupaten Pasuruan itu, datang bersama dengan Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial pada Dinas Sosial Kabupaten Pasurua Mahmuda Nur, Kasi Jaminan Sosial dan Bencana Akhwan Husein dan staf Kecamatan Lekok, kabupaten Pasuruan.

Dalam kunjungannya itu, Lulis menyampaikan turut prihatin dengan musibah yang membuat salah satu warga Kabupaten Pasuruan meninggal dalam mencari nafkah di laut untuk keluarganya.

“Saya ikut merasakan apa yang dirasakan istri dan keluarga almarhum Sholehuddin. Apalagi anaknya baru berusia 1 bulan, Masya Allah saya sangat merasakan duka yang mendalam yang terlihat pada raut wajah istrinya,” ungkap Lulis di sela-sela kunjungannya, Jumat (17/11).

Lulis sendiri tak banyak berkomunikasi dengan istri korban, lantaran masih sangat berduka, sehingga tak mampu menjelaskan perihal keseharian sang suami maupun apakah ada firasat yang dialami sebelum akhirnya Sholehuddin meninggal dunia.

“Saya paling gak tega ketika melihat anaknya yang masih bayi harus kehilangan ayahnya. Bagaimana besarnya nanti, itulah yang sedang saya pikirkan,” terangnya.

Oleh karenanya, untuk meringankan sedikit beban pasca ditinggal Sholehuddin, Lulis menyerahkan bantuan sembako dan uang tali asih kepada istri korban. Selain bantuan tersebut, Lulis berjanji akan mendaftarkan istri korban untuk ikut pelatihan, dengan harapan ketika sudah selesai mengikuti pelatihan, istri korban mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.

“Kita lihat apakah bisa menjahit, bordir, memasak atau pelatihan potong rambut dan lainnya. Kalau sudah ketemu, langsung kita ikutkan pelatihan,” imbuhnya.

Sebelumnya, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan M Sholehuddin (22), nelayan yang hilang terhempas angin dan ombak saat melaut. Dari informasi, jenazah korban ditemukan di wilayah Alur Pelayaran Timur Surabaya dan masuk perairan Sidoarjo, sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (16/11). (oci)

(NS)
  1. Peristiwa
KOMENTAR ANDA