1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Bupati Irsyad minta santri jadi garda terdepan penguatan pendidikan karakter bangsa

"Kecerdasan yang paling tepat dan yang paling dibutuhkan adalah kecerdasan yang mengarah pada kecerdasan spiritualitas."

Bupati Irsyad saat memberikan sambutan pada penutupan PORSADIN 2017. ©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Senin, 20 November 2017 17:17

Merdeka.com, Pasuruan - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meminta kepada para santri agar menjadi pelopor dan garda terdepan dalam mengawal penguatan pendidikan karakter bangsa. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada penutupan event Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) Tingkat Nasional III tahun 2017, di Taman Chandra Wilwatikta, Pandaan, Kabupaten Pasuruan.

“Saya berharap para santri madin (Madrasah Diniyah) bisa menjadi pelopor dan garda terdepan dalam mengawal penguatan pendidik karakter bangsa. Dan selaku panitia daerah, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan menghaturkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi demi terselenggaranya pekan olahraga dan seni antar diniyah tingkat nasional ini,” katanya, Minggu (19/11).

Dalam kesempatan itu, bupati yang akrab disapa Gus Irsyad itu juga menyampaikan beberapa hal, di antaranya; Pertama, bahwa semua santri madin se-Indonesia telah melaksanakan kompetisi dengan baik, membawa nilai-nilai uswah khasanah atau karakter santri selama bertanding, dan melaksanakan kompetisi dengan sportifitas tinggi.

Kedua, Acara pendukung yang kami suguhkan dapat dinikmati dan dirasakan manfaatnya oleh semua peserta dan utusan kontingen PORSADIN di seluruh Indonesia. Sedangkan yang ketiga, proses penjurian dan hasil kompetisi dilaksanakan secara profesional sehingga menetapkan para jawara sesuai dengan kompetensi dan prestasi yang memang layak dimiliki.

“Dan yang terakhir yaitu hasil wisata madin yang kami suguhkan seharian kemarin, dapat dimanfaatkan dengan baik oleh utusan provinsi dan menghasilkan rekomendasi agar proses pengawalan pendidikan Madrasah Diniyah di Kabupeten Pasuruan dapat dijadikan referensi secara nasional untuk pengembangan pendidikan diniyah, baik pengembangan kurikulum, payung hukum, maupun output nya yang nampak,” paparnya.

Selain itu, Gus Irsyad juga menegaskan bahwa kegiatan madrasah diniyah merupakan pendidikan penyempurna bagi siswa sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA), terutama dalam membentuk akhlak manusia yang baik atau akhlakul karimah.

“Pendidikan yang ada dalam madin mengarah pada bagaimana mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecerdasan yang paling tepat dan yang paling dibutuhkan adalah kecerdasan yang mengarah pada kecerdasan spiritualitas. Semua itu akan didapatkan dari madrasah diniyah,” bebernya.

Sekadar diketahui, pada perhelatan yang sudah ketiga kalinya ini, Jawa Timur kembali menjadi Juara Umum. Dari semua cabang kategori yang dilombakan, kontingen Provinsi Jawa Timur berhasil meraih 6 medali emas, 2 medali perak dan 3 medali perunggu. Disusul di bawahnya yaitu dari Jawa Barat dan Jawa Tengah. (oci)

(NS)
  1. Peristiwa
KOMENTAR ANDA