1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Ini komitmen dan perhatian Bupati Irsyad pada kaum nelayan

"Untuk itu para nelayan tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya jika mengalami kecelakaan. Karena sudah dijamin oleh negara,"

Bupati Irsyad ketika menyerahkan santunan asuransi kepada keluarga nelayan. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 18 Agustus 2017 16:45

Merdeka.com, Pasuruan - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf memiliki komitmen dan perhatian yang tinggi terhadap para nelayan di wilayah Kabupaten Pasuruan. Itu dibuktikan dengan diperjuangkannya sejumlah nelayan setempat untuk bisa mendapatkan bantuan asuransi dari pemerintah pusat.

"Bantuan asuransi ini merupakan program dari Pemerintah pusat. Dan nelayan yang saat ini mendapatkan bantuan tersebut merupakan usulan dari kami kepada Pemerintah," katanya seusai menyerahkan santunan asuransi ke sejumlah nelayan dan anggota keluarga nelayan di Kabupaten Pasuruan, Jumat (18/8).

Bupati Irsyad menjelaskan, jumlah nominal bantuan asuransi yang diberikan kepada nelayan di wilayah setempat sangat bervariasi. Yakni berkisar Rp 200 juta bagi mereka yang meninggal di laut, Rp 160 juta bagi mereka yang meninggal di darat, Rp 200 juta bagi yang mengalami sakit atau cacat permanen, dan Rp 20 juta bagi nelayan yang sakit.

"Jadi para nelayan yang menerima klaim harus sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat. Untuk itu para nelayan tidak perlu lagi mengkhawatirkan biaya jika mengalami kecelakaan. Karena sudah dijamin oleh negara," ujar Bupati yang akrab disapa Gus Irsyad tersebut.

Selain itu, Gus Irsyad menyampaikan, dari 6.585 nelayan di Kabupaten Pasuruan, 5.295 diantaranya sudah ikut kepesertaan asuransi. Dan masih ada sekitar 1.291 nelayan lagi yang belum menjadi peserta. "Masih ada seribu nelayan lagi yang kami usulkan dalam kepesertaan asuransi tahun ini, tapi kuota yang diberikan hanya 100 kartu saja," imbuhnya.

Lebih lanjut Gus Irsyad mengatakan, asuransi nelayan untuk tahun ini tanpa premi, lantaran masih disubsidi oleh pemerintah. "Sedangkan mulai tahun 2018 mendatang, setiap peserta asuransi nelayan harus membayar premi sebesar Rp 175 ribu per tahun," tandasnya.

Sementara itu, Safiuna salah satu janda nelayan yang menerima santunan asuransi kematian suaminya dari Bupati Irsyad mengaku, dirinya sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan santunan asuransi sebesar Rp 160 juta dari Kementerian Kelautan. Dia berjanji akan menggunakan uang ratusan juta tersebut dengan sebaik-baiknya.

"Alhamdulillah, dapat bantuan santunan. Terima kasih Pak Bupati Irsyad. Saya berjanji akan pergunakan ini sebaik mungkin untuk buat modal usaha kehidupan sehari-hari," ujar Safiuna, istri Almarhum Hasbulloh, nelayan asal Desa Semare, Kecamatan Kraton yang meninggal dunia (abu)

(NS)
  1. Bantuan Pemerintah
KOMENTAR ANDA