1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Hadiri sedekah bumi, Bupati Irsyad ajak masyarakat pertahankan tradisi

“Sedekah desa atau sedekah bumi adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif,"

Prosesi sedekah bumi. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Minggu, 03 September 2017 22:25

Merdeka.com, Pasuruan - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf mengajak kepada masyarakat Kabupaten Pasuruan, khususnya warga Dusun Kesiman, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen untuk tetap mempertahankan tradisi yang sudah dilakukan sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu. Hal itu disampaikan Bupati Irsyad saat menghadiri acara sedekah bumi di wilayah setempat.

“Sedekah desa atau sedekah bumi adalah budaya masyarakat yang sudah dilakukan sejak lama dan menimbulkan efek positif, karena selain bisa bersilaturrahmi antar warga, juga menciptakan keramaian yang bisa saja menarik perhatian para wisatawan yang tahu kegiatan ini. Untuk itu, saya minta kepada semua warga untuk terus mempertahankan tradisi ini,” ucap Irsyad dalam sambutannya, Minggu (03/9).

Tradisi yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali itu diramaikan oleh ratusan peserta karnaval dari masyarakat. Selain dihadiri juga oleh Bupati Irsyad Yusuf, juga hadir Camat Prigen Mujiono dan Muspika setempat.

Menurut Mujiono, selain sebagai ucapan rasa syukur, tradisi sedekah bumi juga digelar sebagai bentuk rasa kebersamaan kepada sesama dengan memberikan sedekah berupa makanan. “Selain sebagai rasa syukur kepada sang pencipta, sedekah bumi ini juga sebagai wujud pelestarian budaya yang sudah dilakukan turun-temurun, kata mbah-mbah dulu Sedekah Bumi dapat menolak balak atau menjauhkan dari musibah karena sedekah bumi sama dengan memberi sodaqoh,” kata Mujiono di sela kegiatan.

Di sisi lain, yang menarik dari acara sedekah bumi tersebut adalah adanya perebutan ancak (sebutan untuk makanan yang di panggul atau diarak), di mana banyak orang yang ingin mengambil makanan yang ada di ancak meski harus berdesakan dengan orang lain. Perebutan ancak biasanya dilakukan di punden desa yang sebelum direbutkan didahului dengan memanjatkan doa yang dilakukan oleh sesepuh desa, supaya desanya menjadi aman damai tentram dan makmur.

Setelah perebutan ancak, acara dilanjutkan dengan tayuban (jejogetan dengan sinden) yang dilakukan sampai sore hari, barulah pada malam hari dilanjutkan dengan pagelaran kesenian ludruk sampai pagi. (abu)

(NS)
  1. Ragam
  2. Budaya
KOMENTAR ANDA