1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Gus Irsyad minta pegiat lingkungan bersinergi jaga kelestarian alam di Pasuruan

"Kabupaten Pasuruan memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah. Untuk itu harus dijaga sampai kapan pun."

Gus Irsyad bersama para pegiat lingkungan Kabupaten Pasuruan. ©2018 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Kamis, 18 Januari 2018 23:50

Merdeka.com, Pasuruan - Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki potensi kekayaan alam melimpah. Oleh sebab itu, Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf meminta kepada para pegiat lingkungan bersinergi dengan Pemkab Pasuruan dalam menjaga kelestarian alam di Kabupaten Pasuruan.

Hal itu disampaikan Gus Irsyad saat menghadiri acara deklarasi Perkumpulan Pegiat Lingkungan Hidup dan Kehutanan (P2LHK), yang digelar di aula Sanggar Si Hijau, di Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Kamis (18/01) siang.

"Kabupaten Pasuruan memiliki potensi kekayaan alam yang melimpah. Untuk itu harus dijaga sampai kapan pun. Dan saya meminta kepada para pegiat lingkungan untuk bisa bersinergi dengan Pemkab Pasuruan dalam rangka menjaga kelestarian alam di Kabupaten Pasuruan," ujar Gus Irsyad, dihadapan para pegiat yang saat itu ikut deklarasi P2LHK tersebut.

Deklarasi P2LHK itu sendiri dilakukan sebagai bentuk tekad para pegiat lingkungan di Kabupaten Pasuruan, dengan satu tujuan kebersamaan dalam kelestarian alam ini, lantaran mereka prihatin atas kerusakan lingkungan.

Deklarasi yang digelar, melibatkan sekitar 34 kelompok pegiat lingkungan yang ada di wilayah Kabupaten Pasuruan. Usai deklarasi, mereka langsung melaksanakan tugasnya untuk selalu peduli terhadap kerusakan lingkungan di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Sementara itu, salah satu pegiat lingkungan di Kabupaten Pasuruan, Sugiarto mengatakan bahwa lokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang ini dipilih, karena dinilai tutupan vegetatif hampir tidak ada.

"Kami telah bekerja sama dengan pihak Perhutani. Sudah ada 45 hektar lahan yang akan kami tanami selama ini. Dengan lahan seluas itu, P2LHK memasang target dapat menanam sebanyak 25 ribu batang pohon, sepanjang tahun 2018. Pohon-pohon itu akan ditanam di areal Perhutani, terutama di daerah kawasan lereng Gunung Bromo," tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa deklarasi tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen dan keprihatinan, menyusul makin banyaknya sumber mata air yang hilang, karena rusaknya hutan dan lingkungan.

"Luasan hutan di kawasan Pegunungan Bromo mencapai sekitar 35.000 hektar (ha). Lahan seluas itu, terus menurun dan mulai kritis sejak 10 tahun ini, karena banyaknya eksploitasi tambang dan penggundulan hutan. Untuk itu, saya minta mari kita bersinergi dalam membawa Kabupaten Pasuruan yang terus dijaga kelestarian alam lingkungannya," pungkasnya. (oci)

(NS)
  1. Peristiwa
  2. Lingkungan Hidup
KOMENTAR ANDA