1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Bupati Irsyad gelar sarasehan dan tirakatan bersama ratusan veteran

"Beliau-beliau ini harus kita teladani serta kita jadikan inspirasi untuk memotivasi, khususnya bagi generasi muda,"

Bupati Irsyad sungkem kepada para veteran. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Kamis, 17 Agustus 2017 10:31

Merdeka.com, Pasuruan - Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf menjadikan peringatan 17 Agustus sebagai salah satu momen yang penuh makna, untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan dalam mewujudkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Atas dasar itulah, dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-72 kali ini, Bupati Irsyad Yusuf menggelar acara Sarasehan dan Tirakatan bareng ratusan veteran yang ada di wilayah Pasuruan.

Acara yang dilangsungkan di Pendopo Nyaweji Ngesti Wenganing Gusti Pemkab Pasuruan itu, selain dihadiri oleh Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, juga dihadiri Wakil Bupati Pasuruan Riang Kulup Prayuda, Ketua Tim Penggerak PKK Lulis Irsyad Yusuf dan Wakil Ketua I dan II Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Derah), para kepala SKPD (Satuan Kerja Pemerintah Daerah). Selain itu, juga dihadiri oleh para pejuang veteran yang tergabung dalam LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia), PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia), Pepabri dan DHC 45 Kabupaten Pasuruan.

Dalam sambutannya, Bupati Irsyad menyampaikan, Negara Indonesia saat ini telah menjadi negara yang maju serta sejajar dengan bangsa yang lain. Hanya saja, masih banyak ancaman dan tantangan yang harus segera diatasi, diantaranya yaitu bahaya narkoba, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), banyaknya tindakan asusila terhadap anak di bawah umur, aksi-aksi terror yang mengganggu ketertiban dan keamanan serta ketentraman masyarakat, serta kemiskinan dan kebodohan yang dapat menghambat laju pembangunan.

"Tujuan digelarnya acara sarasehan dengan para pejuang perintis kemerdekan ini, tak lain sebagai sarana untuk menjalin tali siaturrahmi sekaligus sebagai upaya proses pewarisan nilai-nilai kebangsaan sebagai jati diri bangsa Indonesia yang harus terus dilestarikan dan tetap dipertahankan sampai anak cucu kita nanti," terang Bupati Irsyad saat memberikan sambutan dalam acara tersebut, Rabu (16/8) malam.

Selain itu, Bupati yang akrab disapa Gus Irsyad itu, juga menyampaikan terima kasihnya kepada para pejuang kemerdekaan yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam acara bertajuk "Sarasehan Kemerdekaan RI ke-72" tersebut. "Beliau-beliau ini harus kita teladani serta kita jadikan inspirasi untuk memotivasi, khususnya bagi generasi muda, generasi penerus bangsa pada kepemimpinan di masa yang akan datang," imbuhnya.

Tak hanya itu, pada kesempatan tersebut, Bupati Irsyad juga memberikan tali asih kepada para veteran yang hadir. Bahkan, meski saat ini dia menjadi orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan, namun Gus Irsyad tetap sungkem kepada para veteran. Itu ditunjukkan ketika dia mejabat dan mencium tangan para veteran yang diberi tali asih.

Bupati Irsyad ketika memberi sambutan pada sarasehan dan tirakatan HUT RI bersama para veteran
© 2017 pasuruan.merdeka.com/Abu Zahirah

Sementara itu, Penasehat LVRI Kabupaten Pasuruan Bambang Sakri berharap, momentum 72 tahun kemerdekaan RI ini, dijadikan bangsa untuk memupuk kembali semangat kebangsaan dan cinta Tanah Air.

"Ini adalah momentum bagi kita semua sebagai bangsa untuk menjadikan kemerdekaan RI yang sudah mencapai usia 72 tahun, sebagai bekal untuk mempertebal semangat kebangsaan dengan cara memberikan kontribusi terbaik kepada bangsa, apapun profesi yang saat ini kita geluti," katanya.

Bambang mengatakan, proses kemerdekaan Bangsa Indonesia bukanlah diraih dengan mudah. Ada proses perjuangan panjang hingga meraih kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945 lalu. Sekitar 350 tahun bangsa ini dijajah dan dikooptasi oleh asing.

"Karena itu, kemerdekaan ini harus kita syukuri bersama sebagai bentuk terimakasih kita kepada para founding fathers yang telah berjuang untuk membawa bangsa ini berdaulat," ujarnya.

Bambang menambahkan, 72 tahun lalu bangsa Indonesia masih dikatakan bimbang, lantaran apakah harus memproklamasikan kemerdekaannya? Tapi karena dorongan anak-anak muda yang resah dengan kondisi bangsanya yang dijajah oleh pihak asing, maka mereka berinisiatif untuk memerdekakan Indonesia dengan menculik Soekarno, agar segera memerdekakan Indonesia.

"Saya sangat bangga kalau melihat peta bangsa kita yang begitu besar, begitu luas, begitu mengagungkan dan kaya raya. Bangsa kita terletak dari Sabang sampai Merauke. Coba kalau bangsa kita terpecah-pecah, Jawa Merdeka, Bali merdeka, Sumatera merdeka, Kalimantan merdeka, betapa sumpeknya kita sebagai rakyat Indonesia," pungkasnya. (abu)

(NS)
  1. Peristiwa
KOMENTAR ANDA