1. HOME
  2. INFO PASURUAN

Sukses tekan angka buta aksara, Pemkab Pasuruan raih Anugerah Aksara Madya

"Setiap tahun kami selalu bekerja keras, agar buta aksara di Kabupaten Pasuruan terus menurun,"

Bupati Irsyad ketika menerima penghargaan Anugerah Aksara Madya 2017 dari Mendikbud Muhadjir Effendy. ©2017 Merdeka.com Editor : Nur Salam | Jum'at, 08 September 2017 20:33

Merdeka.com, Pasuruan - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mendapatkan Anugerah Aksara Madya 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Pemkab Pasuruan dinilai berhasil menekan angka buta aksara di wilayah kabupaten tersebut.

Penghargaan diberikan langsung oleh Mendikbud RI Muhadjir Effendy kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf dalam acara puncak peringatan Hari Aksara Nasional (HAI) yang dilaksanakan di GOR Ewangga, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Jumat (08/09).

"Kami sangat bersyukur atas usaha kerja keras kami selama ini akhirnya membuahkan hasil. Dalam hal ini adalah upaya Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, yang berhasil menurunkan angka buta aksara selama empat tahun terakhir," kata Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf.

Ditambahkan, pada tahun 2013 warga yang mengalami buta aksara mencapai 37.000 orang dan pada 2017 mengalami penurunan hingga tersisa 3.000 orang. "Setiap tahun kami selalu bekerja keras, agar buta aksara di Kabupaten Pasuruan terus menurun," imbuhnya.

Selain Bupati Pasuruan, dalam acara tersebut penghargaan yang sama juga diberikan kepada Bupati Kuningan, Bupati Cirebon, Bupati Probolinggo dan Bupati Sigi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Iswahyudi mengatakan, program pengentasan buta aksara tersebut dimulai sejak tahun 2014. Setelah mengetahui data BPS yang menunjukkan tingginya angka buta aksara di Kabupaten Pasuruan, pihaknya membentuk 1.000 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang tersebar di 24 Kecamatan di Kabupaten Pasuruan.

"Untuk setiap PKBM masing-masing diisi oleh 10 warga buta aksara yang rata-rata usianya di atas 40 tahun. Mereka diajarkan teknik membaca aksara latin secara rutin selama dua sampai tiga bulan. Setelah lulus, mereka mendapatkan sertifikat," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa Pemkab Pasuruan membentuk Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM) sebagai wadah bagi lulusan PKBM. Dalam program tersebut sudah terdaftar 1.500 kelompok PKBM. "Dengan program ini akan memberikan pembelajaran usaha kreatif bagi warga yang sudah dinyatakan lulusan di PKMB atau yang sudah bisa membaca," tutupnya. (abu)

(NS)
  1. Peristiwa
  2. Pendidikan
  3. Penghargaan
KOMENTAR ANDA